• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
01 Jul

Stuttering: Terapi Musik Bantu Atasi Gagap

by

Hai, Socconians!

Musik merupakan salah satu media terapi untuk membantu mengatasi banyak kondisi, salah satunya adalah stuttering atau gagap. Stuttering merupakan kondisi ketika seseorang mengulang ataupun memperpanjang kata atau huruf saat berbicara. Kondisi ini banyak dialami oleh anak-anak dan rentan memantik bullying dalam lingkungan pertemanan. Beberapa riset menunjukan bahwa musik adalah salah satu yang paling efektif untuk mengatasi stuttering.

Ternyata beberapa tokoh publik juga ada yang mencoba mengurangi stuttering-nya dengan musik, lho! Salah satunya adalah Ed Sheeran, pelantun lagu Shape of You ini juga mengalami stuttering. Saat sadar bahwa setiap dia bernyanyi dia bisa berbicara dengan lancar, dia mulai menekuni musik. Selain itu, musik juga membantu Elvis Presley, musisi yang dikenal sebagai The King of Rock and Roll, dalam menghadapi stuttering yang ia alami. Orang tua Elvis pertama kali membawa Elvis mengikuti lomba menyanyi atas rekomendasi seorang dokter yang mengatakan bahwa musik dapat membantu mengatasi stuttering yang dialami oleh Elvis.

Lima langkah mudah terapi musik:

1. Latih Pernafasan dan Otot Mulut

Sama seperti atlet renang yang bisa menderita kram jika tidak melemaskan ototnya, berbicara juga memerlukan banyak latihan dan juga pemanasan. Kamu bisa mengalami stutter jika tidak melemaskan otot mulutmu!

Coba latih pernafasanmu, dimulai dengan menahan nafas beberapa saat lalu hembuskan, setelah itu coba menarik nafas panjang dan keluarkan dalam bunyi S, semakin panjang maka semakin baik. Ulangi langkah ini beberapa kali.

Setelah itu coba lemaskan otot mulutmu dengan mengucapkan A I U E O seekspresif mungkin, ulangi beberapa kali dengan keras dan tegas.

2. Melatih Vocalization

Sebelum bernyanyi, penyanyi biasanya pemanasan dengan melatih vocalization atau pengucapannya. Latihan ini bertujuan agar pengucapan sang penyanyi selalu jelas dan tegas.

Ucapakan kata “le”, “la”, “mi”, “ma”, “mo” secara berulang sesuai dengan tangga nada. Ucapkan dengan keras, kuat, tegas, dan berulang. Latihan ini akan membantu lidah lebih rileks dan luwes.

3. Mencari Rima dan Harmoni

Salah satu hal unik dalam musik adalah pengulangan rima dan harmoni. Studi mempelajari bahwa penggunaan rima saat berbicara dapat membantu penderita gagap untuk bisa menemukan ritme berbicaranya dengan lebih mudah.

Cara melatih diri dengan rima adalah membaca lirik sambil mendengarkan lagu dan sorot pengulangan kata yang terkesan catchy. Pelajari harmoni dengan memainkan tempo dengan ketukan tangan.

4. Melanjutkan Lagu

Cara yang berikutnya adalah dengan mendengarkan lagu beberapa kali lalu hentikan lagu di tengah dan bernyanyilah melanjutkan lirik yang terputus. Lakukan hal ini bersama dengan teman atau keluarga terdekat.

Hal ini bisa membantu kepercayaan diri dan kelancaran berbicara dengan orang lain tanpa perlu takut salah berbicara.

5. Mengulang Lirik dan Lagu

Latihan terakhir yang bisa lakukan adalah menyanyikan lirik saat mendengarkan lagu secara berulang. Hal ini akan melatih kelancaran berbicara.

Wah, ternyata musik mempunyai banyak manfaat ya Socconians! Setelah membaca artikel ini, jangan lupa untuk membagikan hal baru yang kamu pelajari kepada teman-teman ya.

Referensi

Penulis: Rati Christianingtyas Nugraheni

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Keisha Alika Lie, BPsychSc

Editor Tata Bahasa: Servita Ramadhianti dan Finda Rhosyana

Sumber Tulisan :

  1. Adzani, Fadli. “Kenali Cara Menghilangkan Gagap pada Orang Dewasa untuk Kembalikan Rasa Percaya Diri”. Diakses dari laman https://www.sehatq.com/ pada 4 November 2020.
  2. Collingwood, Jane. “The Power of Music to Reduce Stress”. Diakses dari laman https://psychcentral.com/ pada 4 November 2020.
  3. Hutchins, Shelley D. . “Did You Know Ed Sheeran Stutters?”. Diakses dari laman http://leader.pubs.asha.org pada 18 Oktober 2020.
  4. Kheyrkhahnia, Yaser., Ghonsooly, Behzad., Mashhadi, Ali. The Effect of Musical Dialogue on EFL Learners’ Syllabic Stuttering. Journal of Advances in English Language Teaching. 1:4(85-95).
  5. Moore, Kimberly. “A Languange I Could Speak Fluently”: Using Music and Rhythm for Fluency Disorder. Diakses pada laman http://pediastaff.com pada 19 Oktober 2020.
  6. Onslow, Mark. “Teased and Bullied - The Challenges of Starting School with a Stutter”. Diakses dari laman https://theconversation.com pada 31 Oktober 2020.
  7. Redaksi Halodoc. “Gangguan Mental Sebabkan Gagap, Benarkah?” Diakses dari laman https://www.halodoc.com/ pada 4 November 2020
  8. Rouner, Jef. “Top 5 Rockers Who Overcame Stammering”. Diakses dari laman https://www.houstonpress.com/ pada 4 November 2020.
  9. Wan, Catherine Y., Ruber, Theodor., Hohmann, Anja., Schlaug, Gottfried. The Therapeutic Effects of Singing in Neurological Disorder. Music Percept. 27(4):287-295.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.