Mengenal Tipe-tipe Insomnia

Updated: Jan 24, 2019

“Siapapun pasti pernah mengalami yang namanya insomnia, termasuk kita, Socconians. Namun, insomnia akan berbahaya bagi kesehatan jika terjadi berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan tahunan”

Hai, Socconians!

Tidur sama pentingnya dengan kebiasaan, seperti makan, buang air besar, atau buang air kecil. Rata-rata waktu tidur yang baik untuk orang dewasa adalah 7-9 jam per harinya. Namun, bagaimana jika Socconians tidur dengan durasi waktu kurang dari itu? Pernahkah Socconians merasa susah untuk memulai tidur? Socconians? Atau pernahkah Socconians kesulitan untuk tetap tertidur? Jika iya, itulah yang disebut dengan insomnia. Nah Socconians, sebelum membahas lebih jauh, jangan lupa ya, cek terus artikel-artikel dari Social Connect yang membahas tentang insomnia.


Insomnia merupakan keadaan di mana seseorang susah untuk memulai tidur dan susah untuk tetap tertidur. Hampir semua orang pernah mengalaminya. Ini bisa menjadi masalah serius, loh. Jadi, jangan dianggap remeh ya, Socconians. Selama ini, kita hanya mengetahui insomnia secara umum saja, 'kan? Padahal, insomnia memiliki beberapa tipe. Banyak ahli yang mengatakan bahwa insomnia memiliki banyak wajah dan bukan sekedar hal sepele, seperti susah tidur, tapi lebih dari itu. Penelitian terbaru dan data menyebutkan bahwa 1 dari 10 orang menderita insomnia tipe kronis dan insomnia berada pada urutan kedua sebagai salah satu gangguan mental yang umum terjadi. Wah, sangat mencengangkan ya, Socconians. Berarti, ada banyak penderita insomnia, dong? Betul, Socconians. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenali tipe-tipenya agar tahu bagaimana karakteristik dan cara untuk mengatasinya.


Insomnia Akut

Insomnia akut berada pada level wajar, karena biasanya tidak bertahan lama dan bisa kembali normal seperti sedia kala. Pada umumnya, insomnia akut terjadi karena perjalanan jauh, kabar buruk atau berita yang tidak menyenangkan, dan tekanan kerja sesaat di kantor. Tipe insomnia inilah yang Socconians alami ketika sedang berada dalam perjalanan maupun sedang bersedih.


Insomnia Onset

Insomnia onset terjadi dengan gejala susah untuk memulai tidur pada malam hari. Sepertinya ini umum terjadi ya, Socconians. Penyebab insomnia onset umumnya ialah gaya hidup, seperti kecanduan kafein pada kopi, alkohol, kurang olahraga, dan mengidap gangguan kecemasan. Nah, buat kamu yang pernah mengalaminya bisa menjaga gaya hidup sehat ya, supaya insomnianya tidak berkepanjangan.


Insomnia Maintenance

Insomnia maintenance adalah rendahnya atau tidak mampunya seseorang untuk tetap tertidur, biasanya mereka sering terbangun di malam hari dan susah untuk tidur kembali. Nah, jika Socconians merasakan gejala ini, itu berarti tipe insomnia ini sedang kamu alami. Jangan lupa segera konsultasikan ke dokter ya, agar cepat teratasi dan tidak menyebabkan timbulnya penyakit atau gangguan tubuh lainnya.


Insomnia Komorbid

Insomnia komorbid terjadi karena gejala yang spesifik atau kondisi tubuh yang terganggu. Insomnia ini tidak hanya sulit untuk memulai tidur, namun juga sulit untuk tetap tertidur. Gejala spesifik itu bisa berupa stres atau kecemasan tentang suatu hal. Bisa juga berupa penyakit yang sering terjadi pada malam hari saat kondisi dingin, contohnya sakit persendian, tulang punggung, dan lainnya. Nah, jika Socconians mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter, ya.


Insomnia Kronis

Insomnia kronis menjadi tipe yang biasanya lama disembuhkan. Pada umumnya, susah tertidur sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 3 bulan berturut-turut dapat dikategorikan sebagai insomnia kronis. Ada banyak sekali penyebab insomnia kronis, di antaranya gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, penyakit, stres, kecemasan, dan lain sebagainya.


Nah, Socconians jika kamu atau orang terdekat, seperti sahabat, orang yang dicintai, atau keluarga merasakan gejala di atas, segera konsultasikan atau ajaklah mereka untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Jangan sepelekan insomnia ya, Socconians, karena hal sekecil itu bisa berdampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh kita.

Bagaimana Socconians, sudah cukup mengerti, ‘kan, seperti apa itu insomnia? Jika kamu masih penasaran tentang insomnia, silakan cek artikel lainnya di Social Connect. Social Connect akan mengajak siapa saja untuk #PerangMelawanInsomnia dengan tidur yang cukup dan memulai gaya hidup sehat, terutama sehat secara mental ya, Socconians.


Ditulis oleh Andy dan di-review oleh Tim Editor Social Connect


Sumber Tulisan

  1. Windratie. 2015. Berapa Lama Waktu Tidur Ideal yang Anda Butuhkan?. Diakses dari website CNN Indonesia pada tanggal 24 Januari 2019.

  2. Tim penulis Docdoc. 2019. What is Insomnia: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. Diakses dari website Docdoc pada tanggal 24 Januari 2019.

  3. Tim Penulis Science Daily. 2019. Insomnia has many faces: Breakthrough in our understanding of insomnia. Diakses dari website Science Daily pada tanggal 24 Januari 2019.

  4. Tim Penulis National Sleep Foundations. 2019. What are Different Types of Insomnia?. Diakses dari website National Sleep Foundation pada tanggal 24 Januari 2019.

  5. Tim Penulis Situs Insomnia. 2019. Sleep Onset Insomnia: What’s Keeping You Up at Night?. Diakses dari website Insomnia pada tanggal 24 Januari 2019.

167 views

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon