Mengenal Pemicu Somatic Symptom Disorder

Halo, Socconians!

Apakah kamu pernah melihat (mungkin mengalami sendiri) orang yang mengeluhkan satu atau lebih gejala penyakit, seperti rasa nyeri, sesak napas, mudah lelah, ataupun masalah kesehatan lainnya. Namun setelah diperiksakan ke dokter, ternyata tidak dapat diketahui penyebab fisiknya maupun kondisi medis lainnya yang biasa terjadi ketika sakit.

Masalahnya, orang tersebut (mungkin kamu sendiri) merasa tidak memalsukan hal tersebut. Jika hal tersebut terjadi, bisa jadi itu merupakan somatic symptom disorder.


Well, apa sih sebenarnya somatic symptom disorder itu?

Somatic symptom disorder merupakan masalah kesehatan jiwa yang juga diikuti gejala fisik seperti rasa sakit atau kelelahan yang ekstrem. Seringkali, gejala sakit fisik yang ditimbulkan oleh Somatic Symptom Disorder tidak dapat didiagnosis penyebabnya ketika diperiksakan ke dokter. Apalagi, gejala sakit fisik yang muncul akibat gangguan psikologis ini juga bisa menimbulkan stress emosional yang berat sehingga membuat aktivitas sehari-hari terganggu.


Perlu diketahui, dilansir dari Medlineplus.gov, gejala dari somatic symptom disorder biasanya terjadi sebelum umur 30 tahun. Selain itu (meski belum ada penelitian yang membuktikan), somatic symptom disorder ternyata lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Berikut gejala-gejala yang sering terjadi ketika mengalami Somatic Symptom Disorder.

  1. Sensasi sakit fisik tertentu, seperti rasa nyeri yang timbul ataupun sesak napas. Selain itu, bisa juga timbul gejala-gejala sakit umum yang lain, misalnya mudah lelah atau merasa lebih lemah dari biasanya.

  2. Seringkali kondisi dari gejala somatic symptom disorder ini tidak berhubungan dengan kondisi medis tertentu, contohnya penyakit kanker ataupun jantung.

  3. Satu atau beberapa gejala sakit fisik biasanya timbul sendiri ataupun bersamaan

  4. Gejala sakit fisik secara ringan, sedang, ataupun parah biasanya tergantung pada kondisi yang kamu idap ketika mengalami somatic symptom disorder.


Adapun beberapa penyebab yang (mungkin) memicu terjadinya somatic symptom disorder, di antaranya sebagai berikut.

Faktor genetik dan biologis

Contoh yang biasanya terjadi, yaitu menjadi semakin sensitif pada rasa sakit ataupun sensasi gejala fisik lainnya.


Pengaruh keluarga, genetik, ataupun lingkungan

Patut diketahui orang yang punya riwayat mengalami kekerasan fisik maupun seksual cenderung lebih sering mengalami somatic symptom disorder.


Sifat negatif

Seringkali sifat negatif yang kamu alami juga turut dapat memengaruhi cara dalam melihat penyakit dan gejala tubuh.


Kesadaran emosi yang semakin menurun dalam memproses masalah

Semakin menurunnya kesadaran emosi dalam memproses masalah ini biasanya dapat menyebabkan gejala fisik menjadi fokus utama dibandingkan dengan isu emosional ketika mengalami somatic symptom disorder.


Ada juga aneka faktor pemicu lainnya yang (mungkin) membuatmu lebih berisiko untuk mengalami Somatic Symptom Disorder:

  1. Mempunyai kecemasan maupun depresi secara berlebihan

  2. Berada dalam kondisi medis tertentu ataupun sedang menjalani masa pemulihan

  3. Memiliki risiko terkena kondisi medis tertentu, contohnya punya riwayat keluarga yang berkelanjutan pada suatu penyakit

  4. Pernah merasakan trauma kekerasan fisik ataupun seksual di masa lalu, misalnya ketika masih anak-anak

  5. Berasal dari status sosial ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah


Selain itu, Somatic Symptom Disorder juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti

  1. kesehatan yang akan semakin memburuk (bahkan bisa menyebabkan masalah disabilitas fisik),

  2. berpotensi bermasalah dalam berhubungan dengan orang lain,

  3. masalah di tempat kerja yang bisa berujung ke pemecatan,

  4. masalah kesehatan jiwa lainnya, seperti anxiety, depresi, ataupun gangguan kepribadian,

  5. lebih berisiko untuk mengambil langkah bunuh diri karena masalah depresi, dan

  6. masalah finansial karena pengobatan yang (biasanya) memakan biaya banyak.


Itulah informasi seputar somatic symptom disorder. Jadi, apakah Socconians sudah mendapat wawasan baru seputar somatic symptom disorder? Orang-orang yang mengalami somatic symptom disorder tentunya membutuhkan banyak dukungan. Yuk, salurkan energi positif yang Socconians miliki untuk membantu mereka!


Tim Penulis

August Caesar dan Sepriandi.


Tim Editor

Muhammad Azimi.

Review Medis

Mozes Touw, M.Psi., Psikolog


Sumber Tulisan

  1. American Psychiatric Association. 2013. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Fifth Edition (DSM-5). Washington DC: American Psychiatric Association.

  2. Gerstenblith TA, Kontos N. Somatic symptom disorders. In: Stern TA, Fava M, Wilens TE, Rosenbaum JF, eds. Massachusetts General Hospital Comprehensive Clinical Psychiatry. 2nd ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:chapter 24.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon