Mengenal Eating Disorder dan Ciri-Cirinya

Updated: Apr 14, 2019

Hai, Socconians!

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak akan pernah lepas dengan makan. Makan merupakan kegiatan rutin manusia sejak kecil hingga tumbuh dewasa.

Pada umumnya, manusia makan sebanyak 3 kali dalam sehari, mulai dari buah-buahan, biji-bijian, lauk-pauk, hingga sayuran. Lalu, bagaimana jika pola makan kita yang 3 kali sehari tadi diubah menjadi 1 kali sehari atau malah 5 kali sehari?


Kali ini, Social Connect akan membahas tentang gangguan pada pola makan yang lazim disebut dengan kelainan pola makan. Pada pembahasan ini, kita tidak membicarakan tipe-tipenya secara spesifik tetapi secara umum. Nah, jika ingin tahu secara spesifik masalah eating disorders, kamu bisa baca di artikel Social Connect lainnya, ya. Yuk, sekarang kita simak dulu eating disorder secara umum!


Keadaan di mana terjadinya gangguan terhadap pola makan yang berbeda dengan manusia pada umumnya disebut dengan eating disorder. Eating disorder ini diakibatkan oleh banyak hal, secara umum bisa jadi karena gaya hidup, menjaga penampilan, atau takut untuk menjadi gemuk atau kurus. Di Amerika sendiri, ada sekitar 30 juta orang mengalami eating disorder di dunia secara umum. Berikut ialah beberapa ciri seseorang yang mengalami Eating Disorder.

  1. Ciri pertama yang menunjukkan bahwa kamu mengalami eating disorder adalah ketika kamu masih melakukan diet padahal kamu tidak memerlukannya atau malah berat badan kamu berada dibawah normal. Normal BMI (Body Mass Index) atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di kawasan Asia Pasifik adalah antara 18,5--22,9. Hal ini berlaku pada penderita anorexia, salah satu tipe eating disorder.

  2. Obesitas dengan keadaan di mana tingginya kalori dan lemak makanan yang ada di dalam tubuh juga merupakan ciri dari eating disorder. IMT (Indeks Massa Tubuh) untuk obesitas pada umumnya adalah lebih dari 31. Namun, di luar dari angka itu, ketika kamu mengalami obesitas tetapi pola makan kamu tidak berubah atau susah untuk dikontrol, ini juga menjadi tanda bahwa kamu mengalami eating disorder.

  3. Ketika kamu menyukai suatu makanan dan kamu membatasi diri untuk memakannya, padahal kamu sedang tidak ada masalah kesehatan atau diagnosa kesehatan terkait yang mengharuskan kamu membatasi hal tersebut, itu menjadi ciri bahwa kamu mengalami eating disorder. Umumnya, para pengidap eating disorder bisa memasak makanan enak untuk orang lain, namun dia membatasi atau menahan diri untuk memakan makanan tersebut.

  4. Sering menyembunyikan makanan tanpa alasan yang jelas.

  5. Kebiasaan membagi makanan menjadi potongan-potongan kecil, padahal tidak dalam diagnosa sakit gigi, atau lainnya yang membuatnya melakukan hal ini, itu juga menandakan bahwa kamu kemungkinan mengalami eating disorder. Menurut Eating Disorder Hope, ini merupakan salah satu ciri pengidap kelainan pola makan.

Nah, ciri-ciri di atas memang bukanlah hal yang sudah pasti menentukan bahwa kamu mengalami eating disorder. Hal ini dikarenakan eating disorder merupakan suatu masalah yang bisa berdampak buruk terhadap pola hidup sehat kamu. Apa saja dampak buruknya? Kamu bisa temukan jawabannya pada artikel lain di Social Connect tentang penyakit dan gangguan yang akan muncul pada pengidap eating disorder. Setelah membaca artikel tadi, kira-kira, Socconians pernah mengalami ciri-ciri yang mana, nih? Namun, semoga saja tidak ada, ya, Socconians. Jangan lupa untuk selalu menjaga pola hidup sehat supaya nanti tidak berdampak kepada kesehatan atau bahkan mental kamu.


Di tulis oleh Andy diedit oleh Zimi, dan di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan Keisha Alika Lie, BPsychSC.


Sumber Tulisan

  1. Ekern, Jacquelyn. 2018. “Eating Disorders: Causes, Symptoms, Signs & Medical Complications”. Diakses dari website Eating Disorder Hope pada tanggal 16 Januari 2019.

  2. Nanda, Monica. 2017. “Apa Bedanya Gemuk dan Obesitas”. Diakses dari website Hello Sehat pada tanggal 16 Januari 2019.

  3. Saffana, Nada. 2018. 2 “Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal, Kamu Perlu Tahu!”. Diakses dari website Wolipop Detik Lifestyle pada tanggal 16 Januari 2019.

  4. Tim Penulis National Institute of Mental Health. 2016. “Eating Disorders. Diakses dari website National Institute of Mental Health pada tanggal 16 Januari 2019.

  5. Tim Penulis ANAD. 2019. “Eating Disorders Statistic”. Diakses dari website ANAD pada tanggal 16 Januari 2019.

199 views

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon