Meditasi Kendalikan Stres pada Remaja

Updated: Apr 17, 2019

Hi, Socconians!

Kalian pasti pernah merasakan atau bahkan masih dalam masa remaja. Pada masa ini, banyak hal yang terjadi karena masa ini adalah masa transisi kita dari anak–anak menuju dewasa. Masa remaja kita alami saat kita berada dalam rentang umur 12 sampai 21 tahun. Perubahan dalam masa transisi ini dapat dialami dari berbagai sisi, mulai dari perubahan lingkungan seperti pindah sekolah dari SMP hingga kuliah, sampai perubahan fisik dan mental yang akan membangun jati diri remaja.


Nah, karena perubahan ini Socconians, remaja sangat rentan dengan stres. Apa sih stres itu? Stres adalah tekanan, baik secara fisik maupun mental. Tekanan ini bisa terjadi akibat situasi atau pikiran yang membuat kita merasa frustasi, marah, atau gelisah. Stres bisa menjadi hal baik untuk mendorong kita melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, stres yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan kita. Meskipun terkadang bisa menjadi hal yang rumit, namun pengendalian emosi bisa menjadi kunci bagi remaja untuk bisa meredam stresnya dalam masa peralihan ini. Tapi, jangan bingung dulu, Socconians! Sekarang, Social Connect akan membahas meditasi sebagai salah satu cara mengendalikan stres.


Meditasi mungkin terdengar asing seperti ritual yang hanya dilakukan oleh biksu. Tapi, meditasi sebenarnya adalah teknik untuk meningkatkan kesadaran dan fokus. Pengaplikasiannya yang sederhana membuat praktik ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Tahu gak sih, Socconians? Bahkan, belakangan ini sekolah–sekolah di Amerika menerapkan meditasi sebagai salah satu kegiatan di selang pelajaran mereka. Kegiatan ini dianggap penting bukan hanya karena mereka peduli dengan pentingnya kesadaran mental, namun juga karena meditasi ini banyak manfaatnya, loh! Yuk, kita simak beberapa manfaatnya.


1. Meningkatkan kesadaran fisik, mental dan emosi.

Dengan bermeditasi, kita bisa mengalihkan fokus kita ke diri sendiri dan menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri kita. Mulai dari sini, kita bisa mulai mengatur pikiran dan tindakan kita menjadi lebih tenang dalam menghadapi masalah.


2. Membantu remaja lebih fokus dan tenang.

Pastinya, keadaan ini akan membantu memudahkan remaja untuk belajar di kelas dan bersosialisasi dengan lingkunganya.


3. Mengurangi masalah internal.

Bermeditasi secara rutin dapat mengurangi rasa takut, gelisah, dan depresi sehingga dapat meningkatkan keadaan psikologis remaja.


4. Meningkatkan energi positif dan kreativitas remaja.

Meditasi dapat mengubah rasa kegelisahan, kegugupan, dan kejengkelan pada emosi kita menjadi lebih positif dan dapat membuat kita berkreasi dengan lebih leluasa.


5. Menyeimbangkan tekanan darah dan detak jantung.

Teknik meditasi yang mengatur pernapasan kita dapat menyeimbangkan tekanan darah dan detak jantung dalam tubuh kita, lho.


6. Meningkatkan keadaan emosi dan mental.

Praktik meditasi yang sudah dilakukan secara rutin ternyata dapat mengubah otak kita secara struktur dan fungsi. Selain itu, bagian terbesar yang menerima efeknya adalah bagian otak yang mengatur kepositifan dan kebahagiaan.


Sekarang, Socconians sudah tahu kan manfaat bermeditasi? Berkat teknologi, sekarang kita bisa belajar bermeditasi dengan arahan audio di website online, seperti youtube, atau melalui aplikasi dengan fitur–fitur canggih mereka. Dengan kemudahan ini, kita bisa berlatih meditasi di mana pun dan kapan pun kita inginkan, dan jangan takut untuk bertanya kepada ahli jika ada pertanyaan lebih lanjut ya, Socconians!


Ditulis oleh Vitra Ramadiyanti dan direvisi oleh Andy.

Diedit oleh Zimi, Alif Pradhana, dan Furqonnudin Zulkaisi.

Di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan Mita Apriliyani, S.Pd.


Sumber Tulisan

  1. Cherry, Kendra. (2017). “What You Should Know About Meditation”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Very Well Mind.

  2. Culham, Thomas dan Neha Shivhare. (2018). The Many Benefits of Meditation in The Classroom. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website The Conversation.

  3. Leach, Anna. (2015). “One of San Fransisco’s Toughest Schools Transformed by the Power of Meditation”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website The Guardian.

  4. Tim Penulis Belajar Psikologi. (2010). “Pengertian Remaja Menurut Para Ahli”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Belajar Psikologi.

  5. Tim Penulis Medline Plus. (2018). “Stress and Your Health”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Medline Plus.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon