Kenali Melancholia Lebih Jauh

Memiliki jiwa melankolis merupakan suatu hal yang unik ya, Socconians. Para melankolis sangat susah merasa bahagia seutuhnya, bahkan sering kali dihantui rasa bersalah. Di samping itu, tahukah kamu jika jiwa melankolis yang dimiliki seseorang dapat membawa gangguan kesehatan mental? Gangguan ini disebut Depresi Melankolis atau lebih dikenal dengan Melancholia. Kali ini, Social Connect akan membahas tentang Depresi Melankolis.

Melancholia merupakan gangguan depresi yang termasuk dalam kategori mayor atau utama. Mayor Depresi adalah keadaan saat seseorang mengalami kesedihan dalam waktu yang lama dan terus menerus. Gangguan kesehatan mental ini dapat menyerang siapa saja, tidak hanya yang memiliki jiwa melankolis. Biasanya, depresi ini juga terjadi pada seseorang yang menderita gangguan mental psikotik atau bipolar. Depresi ini ditandai dengan kesulitan dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, merasa selalu tidak berharga dalam menjalani hidup, atau mungkin selalu merasa putus asa dalam hidup. Berikut gejala-gejala atau tanda-tanda lainnya yang mendukung gejala-gejala di atas:

  1. Merasa sedih secara terus-menerus

  2. Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan sehari-hari

  3. Merasa cemas dan ketakutan

  4. Tidak merasa bahagia dalam menjalani hidup

  5. Susah untuk berkonsentrasi dan mengingat sesuatu

  6. Gangguan tidur

  7. Hilangnya nafsu makan yang berakibat turunnya berat badan yang berlebihan

  8. Memiliki rasa bersalah yang berlebihan dalam hidup


Selain itu, gangguan Melancholia yang akut dapat berakibat fatal karena dalam kehidupan sehari-hari mereka selalu atau bahkan sering berbicara dan berpikir untuk melakukan bunuh diri. Sangat berbahaya ya, Socconians.


Psikolog atau psikiater akan membantu penderita untuk menyembuhkan gangguan Melancholia ini dengan cara melakukan beberapa terapi atau memberi antidepresan. Antidepresan yang sering digunakan adalah Fluoxetine, Citalopram, Paroxetine, Venlafaxine, dan Abilify. Penggunaan obat-obat tersebut tentunya harus berdasarkan izin dari psikolog atau ahlinya, ya. Jika kondisi terlalu parah, psikiater akan memberikan terapi lanjutan seperti pemberian Electroconvulsive Therapy (ECT) dan biasanya terapi ini dibarengi dengan pengobatan antidepresan supaya berjalan dengan efektif. Dengan mengalirkan arus listrik ke otak dan dikontrol langsung oleh psikiater, terapi ini sangat membantu untuk menyembuhkan Melancholia yang sudah masuk dalam kategori parah. Terapi ini hanya dapat diberikan jika psikiater memiliki izin dari penderita dan keluarganya. Namun ingat ya, Socconians. Pemberian antidepresan dan Electroconvulsive Therapy (ECT) juga memiliki efek samping yang akan terjadi pada diri teman-teman.


Nah, gejala Melancholia dapat Socconians kenali atau rasakan pada diri kalian atau mungkin Socconians dapat membantu teman-teman yang memiliki gejala seperti di atas. Jika gejala ini terjadi pada Socconians, segera beritahu kerabat terdekat kalian. Selain itu, jangan pernah meninggalkan mereka yang mengalami gangguan ini karena mereka butuh perhatian dan dukungan dari Socconians. Jika teman-teman ingin mengetahui lebih dalam lagi, teman-teman bisa membaca artikel tentang mood disorder di Social Connect.


Tim Penulis

Aulia Pasthika Kama dan Sepriandi.


Tim Editor

Ale Pradhana dan Muhammad Azimi.


Review Medis

Rezka Mardhiyana S.Psi dan Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi


Sumber Tulisan

  1. Kerr, Michael. (2016). “Melancholic Depression: Symptoms, Treatment, Test, and More”. Diakses dari website Health Line pada tanggal 18 Januari 2019.

  2. Kerr, Michael. (2018). “Melancholia (Clinical Depression)”. Diakses dari website Health Direct pada tanggal 18 Januari 2019.

  3. Purse, Marcia. (2019). “Melancholic Depression Symptoms and Causes”. Diakses dari website Very Well Mind pada tanggal 19 Januari 2019.

  4. Setiaji, Rr. Bamandita Rahma. (2017). “5 Obat Antidepresan yang Paling Umum Digunakan, Beserta Risiko Efek Sampingnya”. Diakses dari website Hello Sehat pada tanggal 23 Januari 2019.

  5. Tim Penulis Good Therapy. (2019). “Melancholia”. Diakses dari website Good Therepy pada tanggal 18 Januari 2019.

  6. Tim Penulis Health Direct. (2018). “Electroconvulsive therapy (ECT)”. Diakses dari website Health Direct pada tanggal 18 Januari 2019.

  7. Tim Penulis Health Direct. (2019). “Melancholia (Melancholic Depression)”. Diakses dari website Health Direct pada tanggal 18 Januari 2019.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon