Efek Buruk dari Stres Akademik

Hai, Socconians!

Bersekolah merupakan salah satu aktivitas yang dijalani remaja. Mereka rela berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengorbanan yang mereka lakukan sangat beragam, baik secara material maupun nonmaterial. Kompetisi akademik dimulai dari perlombaan untuk masuk ke sekolah-sekolah bergengsi. Lalu persaingan itu berlanjut untuk mendapatkan skor yang lebih baik, satu sama lain. Dalam prosesnya, tidak jarang kita menemukan banyak remaja yang kesulitan dalam menjalani kehidupan akademik. Oleh karena itu, bukan menjadi hal yang aneh jika sekolah seringkali menjadi masalah utama sebagian besar remaja.



Perasaan sedih ataupun stres adalah emosi yang tidak bisa kita hindari. Terkadang, perasaan ini dapat memberikan efek positif untuk membangkitkan perasaan tertantang, selama kita dapat melalui perasaan negatif dengan baik. Namun, yang menjadi masalah adalah apabila stres mulai mengganggu proses perkembangan. Seperti stress akademik, di mana tekanan-tekanan yang dialami oleh remaja berasal dari proses pendidikan sekolah yang sedang mereka jalani. Stres akademik penting untuk segera ditangani karena dapat berakibat pada munculnya berbagai permasalahan lain, baik dari segi fisik, emosional, maupun kognitif seseorang.


Manajemen yang baik sebagai seorang murid, penting untuk dilakukan. Tidak hanya untuk memastikan semua pelajaran mampu dipahami, tetapi juga menyeimbangkan tubuh untuk bekerja dan beristirahat. Stres juga dapat dirasakan oleh organ tubuh seperti sakit perut, sakit paru-paru atau kesulitan dalam mengontrol nafas, sistem imun yang menurun, hingga nyeri otot leher dan punggung. Semakin lama otot kita terasa tegang, semakin susah otot kita untuk diregangkan dan dapat berakibat pada kualitas tidur yang kurang baik. Pada otak, stres membuat banyak neuron yang bertugas mengirim informasi, hilang. Sehingga membuat otak kita mengalami degenerasi yang berakibat pada kemampuan memori otak yang menurun.


Selain efek signifikan pada beberapa organ tubuh, seorang remaja yang terkena stres di rumah, akan mengganggu proses belajar maupun kehadiran siswa di sekolah, juga sebaliknya. Stres juga dapat meningkatkan adrenalin seseorang yang dalam kadar tertentu dapat membantu seseorang menghadapi suatu masalah. Namun, dalam porsi yang berlebih, dapat membuat seseorang merasa kesulitan untuk fokus saat mengerjakan tes karena gejala yang ditimbulkan mirip dengan gejala anxiety atau kecemasan.


Socconians, efek negatif dari stres tidak hanya itu saja. Stres juga mengurangi kemampuan kognitif otak kita dalam melihat distorsi kognitif atau kemampuan otak kita dalam melihat opsi-opsi-opsi penyelesaian masalah ketika kita sedang stres. Sehingga, ketika kita mendapatkan suatu permasalahan, kita tidak mampu untuk melihat pilihan-pilihan penyelesaian yang lain. Hal ini menjadi buruk apabila penyelesaian yang terpikirkan adalah pilihan yang instan dan negatif, karena stres juga berdampak pada hilangnya fleksibilitas mental dan kontrol diri.


Mengingat betapa mengerikannya efek stres akademik pada berbagai sendi kehidupan, Socconians harus peka dengan gejala stres dan tidak memaksakan diri ketika telah merasakan lelah saat belajar. Menjaga keseimbangan fisik dan mental, sangat berpengaruh dalam menghambat perkembangan stres.


Ditulis oleh Afida Sabrina dan direvisi oleh Andy.

Diedit oleh Zimi dan Agnes.

Di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan Mita Apriliyani, S.Pd.


Sumber Tulisan

  1. Tim Penulis Psychology Today. (2014). “The Physical Dangers of Stress”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Psychology Today.

  2. Tim Penulis Psychology Today. (2016). “Academic Stress and Aggression”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Psychology Today.

  3. Tim Penulis Psychology Today. (2018). “How Stress Changes Your Brain”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Psychology Today.

  4. Tim Penulis Research Gate. (2017). Konsep Stres Akademik Siswa. Diakses pada tanggal 8 April 2019 dari website Research Gate.

  5. Tim Penulis Very Well Mind. (2018). Causes of Test Anxiety and Academic Stress. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Very Well Mind.

  6. Tim Penulis Webmd. (2007). “Your Child and Anxiety: School Stress Starts Early”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Webmd.

  7. Tim Penulis Webmd. (2008). “Teen Stress at Home Lingers in School”. Diakses pada tanggal 7 Maret 2019 dari website Webmd.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon