Bipolar Disorder pada Remaja

Hi, Socconians!

Socconians, pasti kamu sudah pernah mendengar istilah bipolar disorder, kan? Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bipolar disorder dan bagaimana seseorang dapat terkena gangguan tersebut? Kali ini, Social Connect akan membahas mengenai bipolar disorder pada remaja. Pernahkah Socconians melihat seseorang yang memiliki perubahan mood yang ekstrem? Kalau pernah, bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan bipolar.



Sebelum itu, kita harus tahu terlebih dahulu definisi dari remaja. Menurut WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10--19 tahun. Di seluruh dunia, prevalensi gangguan bipolar berjumlah 2,4%. Bipolar disorder atau yang juga dikenal sebagai gangguan bipolar adalah suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem. Remaja yang mengalami gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Terkadang, mereka merasa sangat bahagia daripada biasanya atau disebut dengan episode manik. Namun terkadang, mereka juga merasa sangat sedih atau disebut dengan episode depresi.


Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab remaja mengalami gangguan bipolar. Pertama, faktor gen keluarga. Gen keluarga menjadi salah satu faktor penyebab gangguan bipolar. Penting untuk diketahui bahwa apabila dalam suatu keluarga ada yang mengidap bipolar, belum tentu anggota keluarga lain akan mengalami bipolar. Namun, adanya anggota keluarga yang mengidap bipolar dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan bipolar. Kedua, faktor biologis. Gangguan bipolar yang dipengaruhi faktor biologis disebabkan oleh adanya kelainan pada zat kimiawi di sel saraf otak. Terakhir, faktor psiko-sosial. Kejadian yang menimbulkan dampak psikologis, seperti kematian, penyakit, kerusakan hubungan, maupun kondisi finansial dapat menjadi pemicu timbulnya gangguan bipolar. Berikut ini beberapa gejala remaja yang menderita bipolar disorder.


Remaja yang mengalami episode manik dapat:

  1. merasa sangat bahagia atau bertingkah konyol dengan cara yang tidak biasa bagi mereka dan orang lain seusia mereka,

  2. memiliki temperamen yang sangat singkat,

  3. bicara sangat cepat tentang banyak hal yang berbeda,

  4. berkurangnya kebutuhan untuk tidur,

  5. kesulitan untuk tetap fokus,

  6. bicara dan berpikir lebih sering tentang seks, dan

  7. melakukan hal-hal yang berisiko.


Sementara remaja yang mengalami episode depresi dapat:

  1. merasa sangat sedih,

  2. banyak mengeluh tentang rasa sakit,

  3. tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak,

  4. merasa bersalah dan tidak berharga,

  5. makan terlalu sedikit atau terlalu banyak,

  6. memiliki sedikit energi serta tidak tertarik pada kegiatan yang menyenangkan, dan

  7. muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri.


Setelah membaca artikel di atas, semoga Socconians menjadi semakin paham mengenai bipolar disorder. Kira-kira, apakah ada orang di sekitar Socconians yang mengalami gejala di atas? Semoga saja tidak ada, ya. Jika ada, sebaiknya Socconians segera mencari bantuan kepada orang yang tepat dan jangan melakukan self diagnostic, ya, Socconians.


Ditulis oleh Catherine Bonita dan direvisi oleh Andy.

Diedit oleh Zimi, Habib Safillah Akbariski, dan Astuti Setyawardani.

Di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan dr. Belinda Julivia Murtani, MRes.


Sumber Tulisan

  1. Tim Penulis Hello Sehat. (2018). “Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Bipolar Disorder”. Diakses pada tanggal 8 Maret 2019 dari website Hello Sehat.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). “Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja”. Diakses pada tanggal 8 Maret 2019 dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

  3. Tim Penulis National Institute of Mental Health. (2015). “Bipolar Disorder in Children and Teens”. Diakses pada tanggal 8 Maret 2019 dari website National Institute of Mental Health.

  4. Tim Penulis Teen Mental Health. (2019). “Bipolar Disorder”. Diakses pada tanggal 8 Maret 2019 dari website Teen Mental Health Organization.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon