Anxiety Disorder: Jadilah Pendengar

Hi, Socconians!

Sudah pernah mendengar tentang anxiety disorder sebelumnya? Mungkin, kamu sudah mendengar atau bahkan sedikit memahami gangguan ini secara umum, tetapi belum tahu secara mendalam dan bagaimana cara menyikapi orang yang mengalami anxiety disorder tersebut, apalagi jika mereka merupakan orang terdekatmu.


Design by Richabit Fista Augustin & copyright belongs to Social Connect

Anxiety adalah reaksi terhadap stres yang memiliki gejala psikologis dan fisik. Perasaan tersebut muncul dari amigdala, yakni wilayah otak yang mengatur respons emosional yang kuat. Anxiety adalah respons alami tubuh terhadap stres. Hal ini dapat muncul sebagai perasaan khawatir atau justru takut pada apa yang akan terjadi nanti. Kecemasan bukanlah hal yang negatif dan merupakan sesuatu yang wajar, tetapi kecemasan ini menjadi negatif jika dialami secara berlebihan dengan intensitas tidak wajar. Kecemasan berlebihan ini yang kemudian dikenal dengan anxiety disorder. Oleh karena itu, jangan sampai Socconians menganggap bahwa semua kecemasan yang kita alami termasuk anxiety disorder, ya. Nah, dalam artikel kali ini, Social Connect akan lebih fokus membahas tentang bagaimana cara menyikapi orang yang didiagnosis oleh psikolog mengalami anxiety disorder dengan cara menjadi pendengar yang baik bagi mereka.


Jadilah pendengar yang baik di segala situasi, terlebih saat ia sedang bercerita mengenai keluh kesahnya. Hindari terlalu memaksakan pendapat pribadi yang malah akan memperkeruh suasana dan kecemasan. Kamu boleh saja mengungkapkan saran untuknya jika mereka memintanya. Intinya, bertindaklah sebagai sepasang telinga yang bersedia mendengar keluhannya kapan pun dibutuhkan. Dengan begitu, mereka akan tahu bahwa kamu benar-benar peduli dan menyayanginya.


Beberapa orang yang mengalami anxiety disorder akan menceritakan kecemasan yang sama kepadamu berulang-ulang. Ketersediaan dirimu dalam mendengarkan cerita mereka akan membuat mereka merasa mendapat dukungan dan ketenangan yang lambat laun akan menguatkannya.


Jika dirimu ingin menjadi seorang pendengar yang baik, maka kamu harus mampu membuat mereka mempercayai dirimu sebagai tempat bercerita dan kamu pun juga harus meluangkan waktu untuk mereka. Dengan kamu mendengar saat mereka membutuhkan seseorang untuk bercerita, mereka akan merasa tenang dan setidaknya rasa cemas yang mereka miliki dapat berkurang dengan sendirinya.


Selain mendengarkan mereka, kamu pun dapat melakukan beberapa hal ini, antara lain sebagai berikut.

  1. Sebelum menghadapi kecemasan temanmu, kamu dapat mengajaknya untuk bercerita tentang masalah yang sedang dialaminya. Namun, kalau temanmu sedang tidak ingin curhat, kamu harus lebih bersabar, ya. Tunggu waktu yang tepat sampai ia merasa nyaman menceritakan permasalahannya.

  2. Tegaskan padanya bahwa ia tidak perlu merasa lebih buruk dari yang lain. Sebab, seseorang yang tidak memiliki kecemasan berlebih sepertinya bukan berarti lebih sempurna, dan masalah akan selalu ada untuk setiap manusia, bukan hanya untuknya.

  3. Jika seseorang memiliki kecemasan yang masih dapat dianggap wajar oleh banyak orang, bisa saja orang tersebut hanya mengalami kecemasan biasa dan tidak sampai pada gejala anxiety disorder. Namun, apabila tingkat kecemasan yang dialami sudah terlampau parah, kamu dapat menyarankan mereka mendatangi orang yang berpengalaman, seperti psikolog. Nantinya, mereka yang mengalami anxiety disorder tersebut akan diberikan penanganan sesuai dengan kondisinya oleh psikolog.

  4. Mencari tahu lebih dalam kondisi mereka adalah salah satu cara yang bisa membuat kamu lebih berempati dan bisa menyediakan dukungan yang dibutuhkan. Kamu mungkin tidak akan bisa untuk mengerti sepenuhnya, tetapi pastinya kamu bisa mengenalinya, membantu, dan penuh kasih sayang.

Socconians, sekarang kamu sudah mendapat informasi baru kan setelah membaca artikel ini? Orang yang mengalami anxiety disorder membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya, termasuk kamu yang sedang membaca artikel ini. Yuk, bantu mereka dengan mendengar, beri mereka semangat, dan tularkan energi positif yang kamu punya kepada mereka!


Ditulis oleh Yohanna Christiani dan direvisi oleh Andy.

Diedit oleh Zimi dan Alif Pradhana.

Di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan Rezka Mardhiyana, S.Psi.


Sumber Tulisan

  1. Adrian, Kevin. (2017). “Mengenal Anxiety yang mengganggu dan Berbagai Jenisnya”. Diakses dari website Alodokter pada tanggal 23 Januari 2019.

  2. Annisa, Siti. (2018). “Orang Terdekatmu Mengalami Gangguan Kecemasan? Yuk, Pahami dan Hadapi dengan 6 Cara Ini!”. Diakses dari website Rimma pada tanggal 19 Februari 2019.

  3. Setiaputri, Karinta Ariani. “5 Prinsip yang Harus Dipahami Jika Punya Pasangan Dengan Gangguan Kecemasan”. Diakses dari website HelloSehat pada tanggal 19 Februrari 2019.

  4. Tondeo, Cavin. (2018). “4 Cara Membantu Orang Terdekat yang Mengidap Anxiety Disorder”. Diakses dari website Womantalk pada tanggal 31 Januari 2019.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon