Antara Skripsi dan Depresi

Halo, Socconians!

Sepertinya, kamu sudah tidak asing dengan headline berita tentang kasus stres kuliah, putus asa untuk lulus, dan drop out dari kampus, ya? Menghadapi tahun terakhir perkuliahan, ditambah tugas akhir atau skripsi yang menjadi syarat kelulusan, merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Skripsi, atau tugas akhir berupa karya tulis ilmiah yang dilakukan mahasiswa semester akhir di tingkat sarjana, merupakan kewajiban bagi mahasiswa sarjana mulai semester 7. Kadang kala, kewajiban ini memberikan beban baru bagi sebagian mahasiswa yang sedang menempuh semester akhir perkuliahan. Tidak jarang, adanya tugas akhir atau skripsi malah menjadi pemicu terjadinya masalah mental di kalangan mahasiswa, contohnya stres hingga depresi.

Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada 2012 lalu, angka rasio bunuh diri yakni 4,3 orang per 100.000 penduduk Indonesia. Angka ini merupakan peringkat ke-8 dari sepuluh negara ASEAN, setingkat di atas Malaysia dengan angka rasio bunuh diri 3.0 per 100.000 penduduk. Angka tersebut tergolong rendah di antara negara ASEAN lainnya, tetapi tetap menjadi permasalahan di negara ini. Pada 2015, angka ini sempat menurun hingga 2,9 per 100.000 penduduk. Sayangnya, pada 2018, angka rasio bunuh diri Indonesia meningkat kembali ke angka 3,0 per 100.000 penduduk. Peningkatan angka bunuh diri ini salah satunya dipicu oleh tingginya angka penderita depresi, baik di Indonesia maupun di dunia.


Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013, sekitar 6% atau 14 juta masyarakat Indonesia usia 15 tahun ke atas mengalami gejala depresi dan kecemasan. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, angka tersebut meningkat menjadi 6,1% atau 14,2 juta jiwa. Di dunia, berdasarkan data dari WHO, terdapat 3--8% dari populasi dunia penderita depresi dan setengahnya berada di rentang usia produktif (antara 20-50 tahun).


Dari data di atas, terlihat bahwa masyarakat usia produktif, termasuk mahasiswa, khususnya yang sedang mengerjakan tugas akhir, dengan kisaran usia 21--25 tahun, rentan terhadap depresi. Skripsi menjadi salah satu pemicu stres dan depresi pada mahasiswa tingkat akhir. Peran keluarga dan lingkungan sekitar akan sangat membantu, baik dengan memberikan motivasi atau dorongan secara positif, sehingga bisa melewati masa-masa menulis skripsi yang bagi sebagian orang juga menjemukan. Namun, skripsi tidak selamanya menyebabkan stres dan depresi jika dilalui dengan aktivitas-aktivitas positif seperti membaca buku baru, menambah pengetahuan, hingga berdiskusi dengan dosen. Hal ini bisa menjadi cara untuk mahasiswa tingkat akhir memperdalam ilmu penelitian dan mengasah kemampuan menulis serta presentasi yang akan sangat berguna ketika sudah bekerja di lingkungan perkantoran nantinya.


Nah, Socconians, jika kamu sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir dan merasa bahwa skripsi membosankan atau justru memberatkan, jangan pernah ragu untuk mencari bantuan, baik dari teman-teman dekatmu atau keluarga. Socconians juga bisa berdiskusi dengan dosen untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah skripsi yang kamu hadapi. Ingat, yang paling penting kamu enjoy dan selalu belajar hal baru di setiap harinya!


Tim Penulis

Safira Aryantiputri dan Sepriandi.


Tim Editor

Ale Pradhana dan Muhammad Azimi.


Review Medis

Rezka Mardhiyana S.Psi dan Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi


Sumber Tulisan

  1. Adam, Aulia. (2019). “Skripsi, Depresi, dan Bunuh Diri: Everybody Hurts”. Diakses dari website Tirto id pada tanggal 10 Februari 2019.

  2. Depkes. (2013). “Hasil Riskesdas 2013”. Diakses dari website Depkes pada tanggal 10 Februari 2019.

  3. Depkes. (2018). “Hasil Riskesdas 2018”. Diakses dari website Depkes pada tanggal 10 Februari 2019.

  4. Gerintya, Scholastica. (2017). “Statistik Bunuh Diri dan Darurat Kesehatan Mental”. Diakses dari website Tirto id pada tanggal 10 Februari 2019.

  5. Person. (2017). “9 Juta Orang di Indonesia Mengalami Depresi”. Diakses dari website Tempo pada tanggal 10 Februari 2019.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon