Antara Mood Swing, Bipolar, dan BPD!

Halo, Socconians!

Pernah mengalami perubahan mood? Kadang, saat mood kita cepat berubah, seringkali orang-orang akan menduga bahwa kita mengidap penyakit bipolar.

Namun, apakah hal tersebut benar?


Design by Catteleya Kinanti Puspitasari & copyright belongs to Social Connect

Sebenarnya perubahan mood memang adalah respons secara alami saat menghadapi perubahan situasi yang mungkin membuat kita stres, tetapi jika mood terlalu sering berubah tanpa adanya pemicu atau situasi yang secara jelas sebagai penyebab, bisa jadi itu termasuk gangguan mood. Kali ini kita akan membahas perbedaan antara mood swing, bipolar, dan borderline personality disorder. Memiliki gejala yang hampir sama, banyak orang masih menganggap ketiganya adalah hal yang sama atau salah menyebut satu sama lain. Nah, sebenarnya apa sih yang membedakan di antara ketiganya? Mari kita simak penjelasan berikut.


Pertama, mari kita mulai dari definisi mood swing. Mood swing adalah kondisi emosional yang bertahan dalam beberapa menit sampai beberapa minggu. Mood swing berbeda dengan emosi dan cenderung bertahan lebih lama daripada emosi. Bipolar adalah salah satu dari jenis-jenis gangguan mood. Orang yang terkena bipolar akan mengalami dua fase, yaitu manic saat orang tersebut merasa terlalu senang, kemudian depressive saat orang tersebut mengalami depresi yang sangat mendalam. Kedua fase ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang berbulan-bulan.


Hampir sama seperti bipolar, borderline personality disorder juga memiliki gejala perubahan mood yang ekstrem hanya karena terpicu oleh peristiwa-peristiwa yang sebenarnya bersifat ringan di mana mereka yang mengalami borderline personality disorder dapat berpindah mood dari senang menjadi depresi dalam waktu yang singkat, sedangkan pengidap bipolar memiliki waktu di mana mereka dapat menstabilkan emosi dan mood yang dimiliki saat berada pada transisi antara fase manic dan depressive. Mood swings, bipolar, dan borderline personality disorder memiliki gejala yang sama, yaitu perubahan mood sehingga terkadang orang-orang tertukar antara satu sama lain. Salah satu perbedaan signifikan antara gangguan tersebut adalah seseorang dengan bipolar disorder yang sedang tidak dalam fase manic ataupun depressive, mereka menunjukkan stabilitas emosi yang baik dibandingkan dengan mereka yang mengalami borderline personality disorder.


Nah, kira-kira apakah Socconians pernah mengalami perubahan mood yang cukup ekstrem? Jika iya, dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, alangkah baiknya Socconians langsung menemui profesional untuk meminta bantuan. Hal ini karena gangguan psikologis tidak bisa dianggap remeh, apalagi jika sudah mengganggu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga artikel dari Social Connect ini dapat membantu Socconians mengerti tentang kesehatan mental, ya. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.


Ditulis oleh Anisah Nur Shafiyah dan direvisi oleh Andy.

Diedit oleh Zimi dan Alif Pradhana.

Di-review oleh Emha Nelwan Lawani D. L., S.Psi dan Rezka Mardhiyana, S.Psi.


Sumber Tulisan

  1. H-M, P. (2019). “What is Mood?”. Diakses dari website Good Therapy pada 26 Januari 2019.

  2. Tim Penulis Health Matters. (2019). “The Difference Between Bipolar and Borderline Personality Disorder”. Diakses dari website Health Matters pada 26 Januari 2019.

  3. Tim Penulis Psychology Today. (2019). “Bipolar Disorder”. Diakses dari website Psychology Today pada 26 Januari 2019.

Create by Social Connect with ♥️

  • Black Facebook Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black Instagram Icon